Ads Space
Tampilkan postingan dengan label Love Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love Story. Tampilkan semua postingan

0 Pernikahan Dalam Islam

Pernikahan Dalam Islam - Pernikahan atau perkawinan merupakan sebuah upacara perayaan yang di lakukan oleh wanita dan pria, dimana dalam pernikahan ini terdapat pengikatan janji antara keduanya. Acara pernikahan ini dimaksudkan untuk meresmikan ikatan Perkawinan antara pihak mempelai pria dan wanita dan dilakukan secara norma agama, hukum serta norma sosial. Sah atau tidaknya pernikahan ini biasanya terjadi ketika ada dokumen tertulis dimana di dalamnya telah tercatat pernikahan serta telah ditanda-tangani oleh keduanya. Lalu seperti apakah pandangan pernikahan dalam islam? Agama islam merupakan agama yang syumul atau universal. Dimana islam telah mengatur semua sisi kehidupan. Dalam masalah Pernikahan, agama Islam telah memberikan banyak penjelasan.

Pernikahan dalam pandangan Islam sangat suci dimana ada dua orang yang berlainan jenis bisa hidup bersama (hidup berumah tangga) dan direstui oleh agama, kerabat, serta masyarakat. Pelaksanaan akad nikah dalam Islam juga berlangsung sangat sederhana, karena hanya terdiri dari dua kalimat "ijab dan qabul". Tapi melalui ijab qobul inilah bisa menaikkan hubungan antara kedua makhluk ciptaan Allah SWT dari bumi yang rendah menuju ke langit yang tinggi. Dengan dua kalimat ijab dan qabul ini bisa merubah kekotoran menjadi kesucian, merubah maksiat menjadi ibadah, merubah dosa menjadi amal sholeh.
Pacaran Dalam Islam
Akad Nikah
Perkawinan Islami


Pacaran Dalam Islam


Akad Nikah

Perkawinan Islami



Pelaksanaan aqad nikah juga bukan cuma sekedar perjanjian antara dua insan, tapi juga merupakan perjanjian antara makhluk dengan penciptanya yaitu Allah SWT. Pada saat dua tangan diulurkan yaitu antara wali nikah dengan mempelai Pria, untuk mengucapkan kalimat baik itu, diatasnya ada tangan Allah SWT, "Yadullahi fawqa aydihim".

Karena sakralnya aqad nikah ini, sehingga Allah menyebutnya dengan "Mitsaqon gholizho" atau perjanjian Allah yang berat. Perjanjian ini juga seperti perjanjian Allah dengan Bani Israi, perjanjian Allah dengan para Nabi. Dan perjanjian perjanjian ini merupakan perjanjian yang berat (Q.S Al-Ahzab : 7), Allah juga menyebutkan kalau aqad nikah antara Pria dan Wanita dalam islam sebagai "Mitsaqon gholizho". Oleh karena itulah jangan sampai pasangan suami istri dengan begitu mudahnya mengucapkan kata-kata cerai.

Kedudukan Pernikahan dalam Islam

• Wajib buat orang yang memiliki nafsu yang kuat sehingga dapat menjerumuskannya ke lembah maksiat (melakukan zina) sementara ia adalah orang yang mampu. Mampu di sini adalah mampu membayar mahar dan mampu memberi nafkah kepada calon isterinya.

• Sunat buat orang yang mampu akan tetapi bisa mengendalikan nafsunya.

• Makruh buat orang yang tidak punya kemampuan dari segi memberi nafkah batin dan lahir tetapi sekadar tidak memberi kemudaratan buat isterinya.

• Haram buat orang yang tidak bisa memberi nafkah batin dan lahir dan ia sendiri tidak berkuasa atau lemah, ia tidak punya keinginan menikah serta akan menganiaya isterinya apabila ia menikah.

Apabila pernikahan dilandasi karena mencari keridhaan Allah SWT, jadi bukan semata-mata karena faktor kecantikan fisik atau hanya untuk memenuhi hasrat biologis semata, maka Allah akan menjamin dalam kehidupan Ruma tangganya menjadi harmonis, penuh cinta kasih dan sayang, seperti paa firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rum : ayat 21 :

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir".

Ayat-ayat Al-Qur'an yang lainnya yang berkaitan dengan pernikahan adalah :

Bismillahirrochmaanirrochiim.

1. Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Allah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. (An-Nisaa : 1)

2. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunianya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui. (An-Nuur : 32)

3. Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian(dari)nya. Sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNya. (An-Nuur : 33)

4. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Ruum : 21)

5. Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhammu Maha Kuasa. (Al-Furqaan : 54)

6. Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu, dari padanya Dia menciptakan istrinya agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya istrinya itu mengandung kandungan yang ringan dan teruslah dia merasa ringan. Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah Tuhannya seraya berkata "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". (Al-Araaf :189)

7. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan bertambah. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. (Ar-Rad : 8)

8. Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapapun yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak laki-laki kepada siapapun yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang Dia kehendaki) dan Dia menjadikan mandul siapa saja yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (Asy-Syuura : 49-50)

Wallahu 'alam bishowab......
Rating : 5 Oleh-mahadewa

0 Manfaat ciuman bagi kesehatan

Manfaat ciuman bagi kesehatan ini judul dah banyak di postingan sobat-sobat blogger yang lain tapi saya hanya akan menambahkan sedikit, ini cerita lain sana cerita lain dulu saya pernah membuat sebuah postingan yang mirip judulnya dengan ini yaitu Manfaat ciuman untuk kesehatan
hahahaha cuma beda untuk dan bagi doang, Seperti biasa pada pembahsan sebelumnya tentang search dan traffi yaitu Cara membuat postingan menjadi 10 top search google hanya 1 jam dan Cara mengetahui berapa banyak backlink yang di dapat, iya iya sobat saya ngerti, kita kembali lagi ke pembahasan kita Manfaat ciuman bagi kesehatan, saya sih tidak tahu pasti tapi memang seperti ini kalau ciuman itu tanda kita sayang sama pasangan kita hahaha kalau orang-orang bilang sehati kalau masalah nafsu setiap manusia pasti ada jadi kita ambil yang positifnya saja.
Okey ada 4 Manfaat ciuman bagi kesehatan:

1. Membantu sobat memilih dan menjaga kedekatan dengan pasanganNih para peneliti yang bernama Antropolog Helen Fisher menjelaskan mencium adalah alat untuk membantu saraf menilai apakah Anda berdua merupakan pasangan serasi dan mendekatkan emosi masing-masing. Tak jarang, ciuman pertama menjadi pertanda melanjutkan hubungan atau menghentikannya

2. Meningkatkan imunitas tubuh
Saat berciuman, mulut memproduksi bakteri baik yang bisa meningkatkan pertahanan alami tubuh. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan ciuman meningkatkan kekebalan wanita pada sitomegalovirus, yakni penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan pada bayi yang ditularkan dari ibu ke bayi.

3. Menguatkan otot-otot wajah
Menurut dari sang peneliti, saat berciuman kita menggunakan 30 jenis otot. Alhasil, ciuman akan menjaga bagian wajah dan pipi tetap kencang.

4. Secara alami memberi perasaan relaksCiuman meningkatkan hormon endorfin dan oksitosin dalam tubuh Anda, yang dapat membuat Anda merasa relaks dan bahagia.

Okey Sekian dulu pembahasan saya mengenai Manfaat ciuman bagi kesehatan, semoga bisa bermanfaat dan bisa menghibur. Amin...
Rating : 5 Oleh-mahadewa

0 Pelabuhan Cinta

 
Malam ini sang bulan enggan meramaikan langit. Pancaran sinarnya tak satupun mengenai sang kucing yang sedang berpacaran di bawah kursi tamanku. Aku tak menampakkan diri di depannya, aku takut mengganggu mereka. Kulihat dengan jelas mereka bercumbu di sana. Sang jantan merangkul lembut tubuh si betina. Tak terusik apapun. Lolongan anjing tetangga pun tak mampu mengusik kemesraan mereka. Aku dan sang bintang hanya mampu memandangnya dari kejauhan. Ketika itu jam menunjukkan pukul  12 malam, tengah hari. Seperti sang bulan , mataku pun enggan lelah. Tak jemu menatap langit yang hampa tanpa adanya, menatap si kucing yang sedang bercumbu mesra mengikat tali asmara. Sudah hampir setengah jam memang. Aku tahu apa yang mereka rasakan. Menikmati saat-saat dimana si betina menunda orgasmenya. Sungguh apa yang mereka rasakan, aku sudah mengetahuinya.
Kualihkan pandanganku. Buku berwarna pink dengan motif bunga – bunga kuraih dari tempatnya semula. Buku pemberiannya. Terkesan norak memang, tapi aku tak kuasa menolak pemberiannya, bagiku ini terasa sangat mewah daripada apa yang ia bayangkan sebelumnya. Buku agendaku, buku harianku, kemana pun aku bawa. Bahkan ia pernah kehujanan bersamaku. Mulai kutulis kata demi kata menjaid sebuah kalimat. Semula aku hanya menggoreskan titik diatas secarik kertas yang masih belum ternoda itu. Kertas suci yang menanti sang penanti. Dia lah aku. Ahh .. Aku harus menulis apa lagi ?? Tanya itu selalu mengusikku. Kejadian hari ini memang tak ada yang mengesankan. Untuk apa kutulis ? Untuk apa kugoreskan pena pada kertas suci ini jika hanya untuk dibuang. Keberadaannya sangat sulit kupergunakan saat ini. Dan akhirnya kuputuskan untuk menutup buku itu kembali.
Kuperhatikan lagi sang langit. Mendung. Mengapa mendung ? Semua pasti sudah tahu jawabannya. Karena sebentar lagi ia akan menurunkan sejuta makhluk yang akan berkeroyok memenuhi jagat. Tapi , aku tak yakin. Mungkin juga gumpalan awan hitam yang menutupi bulan itu akan pergi sejauh-jauhnya. Menghindar dari pandanganku. Tapi sejauh ini memang tak ada tanda akan turun hujan.
“Arlinda, ada telepon”,tiba-tiba suara itu mengagetkanku. Suara yang telah kukenal betul.
“Ya, Bu. Sebentar”. Aku segera berlari menuju telepon itu berada. Cepat –c epat kuhampiri ibu. Ia menyerahkan gagag teleponnya kepadaku.
“Cepat, Linda. Kasihan dia. Jangan biarkan ia lama menunggumu , Nak”, Ibu gelisah.
“Halo..Ya , saya sendiri. Oh iya ada apa ? Oh .. Lihat saja besok. Aku belum bisa memastikannya. Ya ..yaa .. tunggu saja aku di dekat taman. Aku kan datang di sana. Mungkin setelah bel istiahat.. Iya . Aku akan ke sana besok. Tunggu saja.. Sudahlah ini sudah malam. Aku ingin tidur.. Ya, sudah ..”, Kututup teleponnya. Huhh.. Ia memang cerewet. Melebihi kecerewetanku. Aku selalu kesal dibuatnya. Tapi bagaimanapun ia yang telah menolongku kemarin. Dari musibah itu. Untung saja ada dia, jika tidak aku mungkin sudah celaka.
Kemarin aku dikejar – kejar preman yang tak tahu asal – usulnya. Mereka menggodaku melebihi batas. Mengangkat rokku hingga menggelembung. Sia – sia aku berlari karena dengan sekejap aku sudah ada di genggaman mereka. Mereka meremas pundakku kuat – kuat hingga aku meringis kesakitan. Aku sudah tak tahan. Arrrgghh .. Kuberontak. Kusikut dadanya. Kutendang kepalanya dengan sekuat tenagaku. Kuayunkan tanganku ke depan hingga mereka jatuh tersungkur di hadapanku. Rupanya tak sia – sia aku belajar karate. Kemudian aku berbalik dan mencoba berlari menghindar dari mereka yang bermuka sangar. Tapi , belum beberapa langkah aku sudah tersungkur. Kakinya menjegalku. Ugghh .. Dadaku sakit sekali. Kau bisa membayangkan betapa tegangnya suasana waktu itu. Aku sudah tak punya nyali. Nyaliku hancur seperti buih-buih dilautan yang diterjang ombak. Sesak dadaku ,s eperti sesak pikiranku. Mereka menyeretku. Mengamcamku dengan sebilah pisau yang mereka bawa. Oh , Tuhan. Apa yang terjadi denganku. Tolong aku , Tuhan. Aku tak henti – hentinya membaca doa, untuk keselamatanku.
Tak terasa air mataku keluar dari pelupuk. Perlahan tapi pasti , seperti mutiara bening yang jatuh ke tanah dengan sendirinya. Aku sudah tak sanggup. Namun , disaat yang darurat seperti ini , Ia datang menyelamatkanku. Sungguh keajaiban doa. Ini memang terasa amazing bagiku. Dengan sedikit hentakan, mereka tersungkur satu demi satu. Dan pergi berlalu.
Itulah yang membuatku merasa berhutang budi padanya. Aku tak tahu harus dengan apa aku membalasnya. Dulu memang sang dewa cinta menganugerahkannya untukku, tapi ia malah pergi dibawa angin. Bahkan tak berbekas. Entah mengapa roda asmaraku berhenti. Tak berfungsi. Tak mengikuti kehendak angin. Semua ini karnanya sendiri. Bukan aku sebenarnya. Tapi apa daya , ia mengharapku kembali. Entah bagaimana aku harus menumbuhkan rasa cintaku padanya lagi.
 “Aku menepati janji”,kataku seraya tersenyum padanya yang kuyu.
“Hemm .. Terima kasih kau sudah mau hadir di sini”.
“Ada apa denganmu, Barry?”, tanyaku gelisah
“Tak ada”,jawabnya datar.
“Lalu kenapa dengan wajah murammu?”.
“Aku tak bisa denganmu lagi. Maafkan aku. Aku sudah membohongimu selama ini. Aku sudah berdusta padamu”.
“Maksutmu apa?”.
“Aku ingin mengakhirinya. Maafkan aku, Arli”.
Kata – katanya masih terngiang di benakku sampai saat ini. Rasa perih yang tiada terkira masih terasa. Setidaknya dalam hati. Ia meninggalkanku karena wanita itu. Dan sekarang ia menyesal setelah kemudian meninggalkanku begitu saja. Ada rona bahagia kala ia masih menatapku seperti dulu. Tapi sekarang , rasa itu kian menghilang. Seperti debu yang diterjang angin begitu saja. Kembali pada entah. Aku tak tahu harus dengan apa aku menyuburkannya kembali. Aku tak tahu , dengan siapa cintaku akan berlabuh.
Lolongan anjing itu mengagetkanku,membuatku tersadar akan lamunanku. Bergegas kurebahkan tubuhku di ranjang. Menanti datangnya mimpi, hingga esok datang.
                                                                                           *******
"Cepatlah jemput aku",ucapku pada sang penelepon.
"Iya sebentar. Tunggu 5 menit lagi",ia hanya menjawabnya tanpa ekspresi. Jelas saja aku tak tahu bagaimana ekspresinya saat itu. Bahkan rona di wajahnya pun sama sekali tak kulihat. Bintik-bintik merah dikulitnya yang kian bertambah juga tak kuhiraukan. Kami hanya mengobrol lewat telepon.
Setelah aku merenung sedemikian lamanya, terdengar suara klakson motor yang kukenal. Motor tua,scooter. Berwarna biru tua, agak kusam. Namun tak menutupi keindahannya yang sangat estetis. Luar biasa. Scooter pemberian kakeknya yang masih terjaga keberadaannya. Aku menghampirinya.
"Sudah , ayo cepat berangkat. Aku sudah terlambat. Apa kau mau aku dihukum lagi ?",omelku.
"Iya , ayo naik. Aku akan menurutii permintaanmu",katanya sambil tersenyum. Tapi , mencurigakan. Seperti seorang maling yang baru saja menemukan sekarung emas, tatapannya pasti aneh. Dan ternyata benar dugaanku , ia mengebut. Menerjang penghalang,berontak di jalanan.
"Hai, apa yang kau lakukan. Kita bisa celaka",aku semakin gelisah. Pelukanku erat di punggungnya. Aah , sepertinya ia sedang mencari kesempatan dalam kesempitanku.
"Tenang saja,Lin. Aku bisa menjagamu. Seperti katamu , aku menuruti kemauanmu",jawabnya tanpa ada rasa bersalahpun.
"Tapi , taks eharusnya kau lakukan ini. Kita bisa celaka. Atau jangan-jangan kau cari - cari kesempatan ya ?"
"Hahaha..Sudahlah pegangan yang kuat".
Ia semakin menjadi - jadi. Seperti angin puyuh,mungkin topan,mungkin tornado. Atau badai yang mampu meluluhlantakkan rumah penduduk. Entah iblis mana yang mengganggunnya. Yang jelas aku masih berpegangan dengan kuat.
Untung saja aku benar - benar selamat sampai tujuan. Aku sangan mensyukurinya. Oh , Tuhan terima kasih. Aku masih hidup. Perlahan kuturunkan kakiku,lalu pantatku, dan berjalan meninggalkan Ron yang terbengong-bengong. Untung saja aku belum terlambat.
Ia Ron. Ia manusia yang pernah datang meminta restu orang tuaku. Ia baik. Ia menyenangkan. Ia mengantarku ke sekolah setiap hari. Tapi , sebesar apakah perasaannya padaku ? Sejauh ini aku belum pernah mengukurnya. Yang jelas ia menunggu waktu itu,kelulusanku.
Penulis Nadia Fiversrickystra Ponorogo
...
Rating : 5 Oleh-mahadewa